Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,430 • USD → IDR Beli: 13,444
  • EUR → IDR Jual: 14,270 • EUR → IDR Beli: 14,289
  • HKD → IDR Jual: 1,731 • HKD → IDR Beli: 1,733
  • JPY → IDR Jual: 116 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,097 • AUD → IDR Beli: 10,112
  • SGD → IDR Jual: 9,386 • SGD → IDR Beli: 9,402
  • Emas Jual → 551,000 • Emas Beli → 515,000
  • Perak Jual → 11,000
  • Update Tanggal 20-01-2017

Menteri BUMN Inginkan Makanan Indonesia Bersertifikat Halal Internasional

Home / Ekonomi / Menteri BUMN Inginkan Makanan Indonesia Bersertifikat Halal Internasional
Menteri BUMN Inginkan Makanan Indonesia Bersertifikat Halal Internasional Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. (Foto: JPNN)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Produk makanan di Indonesia layak untuk bersaing dengan produk luar negeri. Namun untuk bisa bersaing, produk makanan ini harus memiliki sertifikasi halal sebagai jaminan dan bukti bahwa makanan dari Indonesia tidak dilarang.

Untuk itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menargetkan produk makanan khususnya dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa bersertifikat halal untuk tingkat internasional.

"Sertifikasi halal untuk tingkat internasional sangat penting karena pasar yang sangat luas sehingga memasyarakatkan makanan Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku-pelaku UMKM Tanah Air," ujarnya kepada wartawan usai meresmikan Rumah Kreatif BUMN di Surabaya, Jatim, Rabu (11/1/2017).

Terkait hal ini, Pemerintah Pusat bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun pihak terkait lainnya untuk menindaklanjuti sertifikasi halal ini sebelum dipasarkan.

"Semisal di Arab Saudi, Pemerintah pasti menjembatani melalui kedutaan di sana sebagai penghubung dan memprosesnya. Sebab kalau pelaku UMKM yang bergerak sendiri akan sulit," ucapnya.

Ia menyampaikan Indonesia tak boleh kalah dengan banyaknya produk-produk makanan di luar negeri bersertifikat halal untuk masyarakat muslim dunia, namun pembuatnya bukan dari negara muslim.

"Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim, bahkan terbesar, tidak boleh kalah apalagi diam saja. Harusnya kita bisa ekspor lebih besar daripada yang lain," tuturnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com