Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,312 • USD → IDR Beli: 13,326
  • EUR → IDR Jual: 14,386 • EUR → IDR Beli: 14,405
  • HKD → IDR Jual: 1,714 • HKD → IDR Beli: 1,716
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 10,133 • AUD → IDR Beli: 10,149
  • SGD → IDR Jual: 9,510 • SGD → IDR Beli: 9,527
  • Emas Jual → 549,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 11,000
  • Update Tanggal 25-03-2017

BNN Gelar Tes Urine, Dua Pilot Susi Air Positif Morfin

Home / Peristiwa - Nasional / BNN Gelar Tes Urine, Dua Pilot Susi Air Positif Morfin
BNN Gelar Tes Urine, Dua Pilot Susi Air Positif Morfin ILUSTRASI: Tes Urine (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dua pilot maskapai penerbangan Susi Air, BH dan DE positif morfin dalam pemeriksaan urine yang dilakukan Badan Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap. Pemeriksaan urine ini dilakukan Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (11/1/2017).

Berdasarkan hasil tersebut, Pengelola Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, melarang dua pilot Susi Air menerbangkan pesawat tujuan Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dalam tes urine ini, BNN menjaring seluruh awak pesawat yang baru mendarat, siswa sejumlah sekolah penerbangan, dan pekerja di bandara tersebut, termasuk BH dan DE, pilot Susi Air yang baru saja mendarat dari Jakarta.

Seperti dilaporkan kantor berita Antara, BH dan DE yang merupakan warga negara asing itu secara bergantian menjadi pilot dan kopilot dalam penerbangan Halim Perdanakusuma-Cilacap pergi pulang.

Sementara itu, Kepala Bandara Tunggul Wulung Faizal M. mengatakan temua dua pilot yang positif morfin, belum final karena berdasarkan informasi dari manajemen maskapai, mereka akan mendatangkan dokter untuk mengklarifikasi dengan BNN.

Kendati demikian, Faizal mengatakan pihaknya untuk sementara mengikuti rilis yang dikeluarkan BNN.

"Selama rilis BNN belum disetujui untuk terbang, kami akan tetap 'hold' (tahan) personel atau pilot yang akan terbang ini, untuk sementara ditahan sampai ada klarifikasi dari BNN," katanya.

Kepala BNNK Cilacap AKBP Edy Santosa mengatakan pemeriksaan urine tersebut digelar untuk menindaklanjuti kasus pilot Citilink yang diduga menggunakan obat-obatan terlarang.

Oleh karena itu, pihaknya mengadakan kegiatan pemeriksaan urine di Bandara Tunggul Wulung.

"Kebetulan hari ini ada tiga penerbangan termasuk siswa beberapa sekolah penerbangan. Mereka dilakukan cek urine untuk mencegah penyalahgunaan narkoba oleh kru penerbangan," katanya.

Dari 44 orang yang menjalani pemeriksaan urine, pihaknya menjumpai dua pilot yang positif morfin dan benzo. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com