Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,291 • USD → IDR Beli: 13,305
  • EUR → IDR Jual: 14,951 • EUR → IDR Beli: 14,971
  • HKD → IDR Jual: 1,707 • HKD → IDR Beli: 1,709
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 9,958 • AUD → IDR Beli: 9,973
  • SGD → IDR Jual: 9,576 • SGD → IDR Beli: 9,593
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 532,000
  • Perak Jual → 10,500
  • Update Tanggal 23-05-2017

Warga Purbalingga Ciptakan Paving Blok dari Limbah Plastik

Home / Peristiwa - Daerah / Warga Purbalingga Ciptakan Paving Blok dari Limbah Plastik
Warga Purbalingga Ciptakan Paving Blok dari Limbah Plastik Karsin bersama Kepala Desa Jetis, Cahyani Dwi Hargani, sedang memperlihatkan paving block dari limbah plastik (Foto: Sinnangga Angga/Purbalingga TIMES)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Paving blok umumnya terbuat dari campuran pasir dan semen, namun paving buatan Karsin (50) sama sakali berbeda. Warga Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, membuat paving blok dari limbah plastik.

Ide menciptakan paving dari plastik muncul setelah Karsin mengalami kecelakaan saat menjadi sopir angkot pada 8 Agustus 2003 silam. Luka parah membuat Karsin berhenti menjadi sopir.

Dari kondisi seperti itu Karsin menemukan ide, kalau plastik yang dibakar hingga meleleh bisa dipadatkan sebagaimana semen.

Mulailah Karsin bereksperimen. Lelehan plastik yang dibakar dimasukan pada cetakan paving kemudian dipres membentuk paving blok. Pengalamannya bekerja pada sebuah perusahaan pembuat paving blok di Jakarta, membuatnya tahu teknik pembuatan paving blok.

“Awalnya saya diolok-olok, kalau ide membuat paving dengan berbahan baku limbah plastik itu ide gila, buang-buang energi. Tapi saya diam saja, saya tetap bertahan untuk bisa membuktikannya kepada masyarakat,” tutur Karsin kepada Purbalingga TIMES, Selasa (11/1/2017).

Tiap hari, Karsin yang tinggal di RT 12/04 Desa Jetis ini, mencari sampah plastik dan dikumpulkan di gudang yang letaknya di komplek persawahan. Limbah plastik yang sudah menumpuk kemudian dibersihkan lalu diolah menjadi paving. Saat ini Karsin terkendala proses produksi karena hanya memiliki satu mesin pres.

Dulu ketika memulai berkarya pada tahun 2015, Karsin memesan alat cetak yang terbuat dari besi cukup banyak, sekarang tinggal satu karena yang lain dicuri pemulung.

Melihat potensi seperti ini, Kepala Desa Jetis yang baru dilantik 16 Desember 2016 lalu, Cahyani Dwi Hargani (26) merasa ikut terpanggil untuk membantu pekerjaan Karsin yang tersendat-sendat itu.

Cahyani, kemudian membentuk barisan ibu-ibu PKK Desa Jetis untuk bergerak memunguti sampah plastik pada penduduk dan kemudian disumbangkan pada Karsin, agar tidak kehabisan stok bahan baku.

Menurut Cahyani, pembuatan paving dari limbah plastik ini sangat positif. Disamping bisa menyerap tenaga kerja, setidaknya penumpukan limbah plastik di desanya terkurangi secara kontinyu. Cahyani juga berencana membuat bank sampah di desanya. Disamping sebagai industri yang bisa menjadi aset desa, sekaligus bisa untuk kampanye bersih lingkungan di kabupaten Purbalingga.

“Karsin punya potensi tinggi di bidang industrj pengolahan sampah, maka kami turun jalan untuk membantu. Kalau industri ini berkembang dengan baik, bisa menjadi lapangan kerja penduduk, dan juga bisa mengurangi penumpukan limbah plastik di desa ini,” ucapnya.

Cahyani berharap, indutri pengolaan sampah plastik menjadi paving blok ini bisa maju dan berkembang. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com