Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,325 • USD → IDR Beli: 13,339
  • EUR → IDR Jual: 14,210 • EUR → IDR Beli: 14,229
  • HKD → IDR Jual: 1,715 • HKD → IDR Beli: 1,717
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 10,072 • AUD → IDR Beli: 10,088
  • SGD → IDR Jual: 9,505 • SGD → IDR Beli: 9,522
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 531,000
  • Perak Jual → 11,500
  • Update Tanggal 06-04-2017
Inspirasi Pendidikan

Kayuh Sepeda Tiap Hari, Siswi MAN Ini Raih Segudang Prestasi

Home / Pendidikan / Kayuh Sepeda Tiap Hari, Siswi MAN Ini Raih Segudang Prestasi
Kayuh Sepeda Tiap Hari, Siswi MAN Ini Raih Segudang Prestasi Okti Sulistian Sari saat menerima sepeda dari sekolahnya. (Foto: man yogyakarta 1 for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan tak membuat Okti Sulistian Sari, siswi MAN Yogyakarta 1 ini, patah semangat. Bahkan, justru menjadi lecutan bagi Okti untuk terus mendulang prestasi.

Ya, prestasi demi prestasi pun diraih siswa kelas X IPS 2 MAN Yogyakarta 1 tersebut. Di antaranya,  juara 1 Karate tingkat DIY dan juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat DIY di UII.

Sebelumnya, saat masih di MTsN Bantul Kota, Okti juga sukses memboyong beragam juara. Mulai dari juara 3 Pidato Bahasa Inggris tingkat DIY, juara 3 Karate tingkat DIY, juara 2 Pidato Bahasa Arab tingkat DIY, juara 2 LKTI tingkat DIY, dan juara harapan 1 Karate tingkat regional Jawa-Bali.

Prestasi Okti tentu diraih dengan kerja keras, meski tanpa dukungan fasilitas melimpah. Sebab, Okti berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. "Waktu masih MTs, bapak kerja jadi buruh bangunan dan ibu buka warung. Tapi sekarang bapak tidak kerja, hanya bantu ibu di warung," ujarnya.

Kondisi itu tidak menyurutkan semangat Okti untuk belajar. Jarak dari rumah neneknya ke madrasah yang merentang sepanjang 15 km itu ditempuhnya dengan mengayuh sepeda. Padahal rute tersebut termasuk jalur padat Yogya - Magelang yang membelah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

"Tiap hari saya menempuh waktu 90 menit untuk perjalanan pergi -pulang," ujar Okti yang memang tinggal bersama neneknya ini.

"Kalau saya tinggal bersama orang tua di Bantul, jarak tempuh ke madrasah tambah jauh lagi," sambungnya.

Agar perjalanan bersepeda tidak terlalu jauh, Okti pernah tinggal di pesantren di dekat madrasah. Namun, ia tak lama di pesantren itu karena tidak memiliki biaya untuk tinggal dan makan.

"Orang tua tidak punya biaya. Akhirnya saya keluar, dan tinggal bersama nenek sampai sekarang," imbuhnya.

Kepala MAN Yogyakarta 1 Wiranto menilai Okti sebagai siswi dengan semangat luar biasa. Menurutnya, sepeda yang digunakan Okti awalnya jauh dari kenyamanan. Selain sudah berkarat, dudukan sadel sobek dan banyak tali yang mengikat bagian-bagian sepeda.

Karena itu, pihak madrasah berinisiatif memberikan hadiah sepeda baru bagi Okti. "Senang sekali, sangat bermanfaat bagi saya," kata Okti riang saat menerima hadiah sepeda. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com