Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,325 • USD → IDR Beli: 13,339
  • EUR → IDR Jual: 14,210 • EUR → IDR Beli: 14,229
  • HKD → IDR Jual: 1,715 • HKD → IDR Beli: 1,717
  • JPY → IDR Jual: 120 • JPY → IDR Beli: 120
  • AUD → IDR Jual: 10,072 • AUD → IDR Beli: 10,088
  • SGD → IDR Jual: 9,505 • SGD → IDR Beli: 9,522
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 531,000
  • Perak Jual → 11,500
  • Update Tanggal 06-04-2017

Bupati Fadeli Sebut Harga Cabai di Lamongan Relatif Stabil

Home / Ekonomi / Bupati Fadeli Sebut Harga Cabai di Lamongan Relatif Stabil
Bupati Fadeli Sebut Harga Cabai di Lamongan Relatif Stabil Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Kartika Hidayati berdialog dengan penjual cabai dalam sidak di Pasar Sidoharjo, Selasa (10/1/2017). (Foto: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bupati Lamongan Jawa Timur, Fadeli menilai harga cabai rawit di Lamongan yang mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram masih relatif stabil dibanding daerah lain yang bisa mencapai Rp 120 ribu per kilogramnya.

"Di Lamongan harga cabai cukup stabil secara nasional, cukup stabil tidak sampai 100 ribu rupiah, memang rata-rata disini ada 80 ribu rupiah sampai 85 ribu rupiah," ujarnya usai mengunjungi pasar Pasar Sidoharjo, Kota Lamongan, Selasa (10/1/2017). Fadeli melakukan kunjungan ke pasar bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati, Sekda Yuhronnur Efendi dan sejumlah kepala SKPD.

bupati-lamongan-dan-lombokardiuNn7.jpg

Fadeli menyebut, stabilnya harga cabai rawit dikarenakan Kota Soto ini memiliki lahan perkebunan cabai yang cukup besar. Pada tahun 2016, luas panen cabai di Kabupaten Lamongan tercatat seluas 3.555 hektar dengan angka produksi hingga mencapai sebesar 37.240 kwintal. 

"Saya melihatnya posisi Lamongan masih terkendali, karena kita ada lahan untuk perkebunan cabai cukup besar, saya kemarin keliling di wilayah Solokuro dan Paciran," ucap dia. 

Produksi cabai rawit yang melimpah, membuat Kabupaten Lamongan menjadi pemasok cabai rawit ke sejumlah daerah yang ada di sekitarnya, seperti wilayah Tuban, dan Bojonegoro. 

buati-lamoanganWXY2.jpg

"Hasil panen cabai rawit di harga petani di sana 70 ribu rupiah, diambil pedagang dijual ke pasar 72 ribu sampai 73 ribu untuk di jual ke pasar, dan dibawa ke Tuban, Bojonegoro. Kebutuhan cabai di Lamongan sebenarnya cukup, tapi bagi juragan mencari lebih tinggi dengan kirim keluar," katanya.

Memang diakuinya, harga cabai mengalami kenaikan secara bertahap, sejak awal tahujn ini, sehingga kenaikan mencapai 100 persen dari harga normal.

"Sebenarnya harga normal kan 30 ribu rupiah sampai 40 ribu rupiah, tapi karena cuaca produksi yang menurun, ada naik turunnya di pasar itu wajar lah," tuturnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com