Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,487 • USD → IDR Beli: 13,501
  • EUR → IDR Jual: 14,388 • EUR → IDR Beli: 14,407
  • HKD → IDR Jual: 1,736 • HKD → IDR Beli: 1,738
  • JPY → IDR Jual: 118 • JPY → IDR Beli: 118
  • AUD → IDR Jual: 9,982 • AUD → IDR Beli: 9,998
  • SGD → IDR Jual: 9,450 • SGD → IDR Beli: 9,466
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 516,000
  • Perak Jual → 10,400
  • Update Tanggal 02-12-2016

Puluhan Hektar Tanaman Bawang Merah Terserang Hama Pusarium

Home / Peristiwa - Daerah / Puluhan Hektar Tanaman Bawang Merah Terserang Hama Pusarium
Puluhan Hektar Tanaman Bawang Merah Terserang Hama Pusarium Petani bawang merah mencabut bawang merah yang kriting agar tidak menjalar ke tanaman lain di Desa Mandala Rubaru. (Foto Busri Toha / TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Puluhan hektar tanaman bawang merah di Kabupaten Sumenep Jawa Timur, terserang hama pusarium. Infonya, hama itu muncul akibat cuaca dan curah hujan yang tidak menentu. Akibatnya, daun bawang memutih dan  membusuk.

Akibatnya, para petani bawang merah yang terserang penyakit pusarium, terutama di wilayah sentra penghasil bawang merah, tepatnya di Desa Mandala Kecamatan Rubaru, terpaksa menyemprotkan pestisida agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian.

Salah satu petani bawang merah, Heri mengatakan, tanaman bawang merah terlihat memutih dan keriting, dan tidak bertongkol secara maksimal. Bahkan, lanjutnya, perlahan-lahan akarnya membusuk lalu mati.

”Kondisi ini akibat anomali cuaca yang tidak menentu. Cuaca sekarang kan kadang hujan dengan intensitas tinggi dan terkadang panas dalam waktu lama,” ujar Heri ketika berbincang dengan wartawan.

Menurutnya, untuk menyelamatkan tanaman bawang merah, petani menyemprotkan pestisida. Dengan begitu, diharapkan bawang merah akan kembali segar. Namun, untuk bawang merah yang sudah kriting, petani mencabut, agar tidak menjalar kepada tanaman lainnya.

”Tanaman bawang merah yang terkena penyakit pusarium ini masih sekitar 10 persen, dan jika dibiarkan akan menular ke tanaman lainnya,” imbuhnya.

Semantara Kepala Unit Pelaksana Teknis Pertanian Kecamatan Rubaru, Sa’dawi Jayadi menghimbau,  agar petani lebih sering mengontrol tanaman bawang merahnya, terutama pengairan yang cukup tapi jangan sampai terjadi genangan.

”Kalau sampai terjadi genangan, penyakit pusarium akan mudah menjangkit,” terangnya.

Sekadar diketahui, untuk Kecamatan Rubaru merupakan sentra penghasil bawang merah dan tersebar di Desa Mandala, Karang Nangka dan Basoka. Sementara,  untuk luas areal tanam sekitar 300 hektar pertahun dengan penghasilan 8 hingga 10 ton perhektar. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com