Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,487 • USD → IDR Beli: 13,501
  • EUR → IDR Jual: 14,388 • EUR → IDR Beli: 14,407
  • HKD → IDR Jual: 1,736 • HKD → IDR Beli: 1,738
  • JPY → IDR Jual: 118 • JPY → IDR Beli: 118
  • AUD → IDR Jual: 9,982 • AUD → IDR Beli: 9,998
  • SGD → IDR Jual: 9,450 • SGD → IDR Beli: 9,466
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 516,000
  • Perak Jual → 10,400
  • Update Tanggal 02-12-2016

Al Quran Tidak Perlu Dibela

Home / Opini / Al Quran Tidak Perlu Dibela
Al Quran Tidak Perlu Dibela Busri Toha. (Foto: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Islam merupakan agama universal. Kehadirannya, mengajarkan kejujuran spritual, kebebasan nurani, dan penghormatan terhadap seluruh umat manusia. Islam menebarkan cinta ke sekelingnya, melampaui sekat-sekat kesukuan sebagai penghargaan terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad. Beliaulah kemudian dikenal sebagai proklamator Islam. Salah satu perangkat penting dalam Islam adalah Al Quran. Al Quran diturunkan Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur. Al Quran turun sesuai dengan kondisi masyarakat Arab. Tetapi, relevan dengan seluruh masyarakat dunia.

Namun, kehadiran Muhammad bersama dengan Al Quran mendapatkan pertentangan dari kaum kafir Quraiys secara ketat. Bahkan, Saiyidina Umar ibn al-Khatthab, sampai akan membunuh Rasulullah. Nabi akhir itu, dianggap telah merusak tatanan masyarakat Arab. Satu-satunya cara menghentikan gejolak di masyarakat ialah dengan membunuh Muhammad.

Namun, sikap kelembutan, akhlak mulia dan cinta yang dicontohkan Muhammad ibn Abdillah, mudah memaafkan meluluhkan hati Umar ibn Al Khattab. Umar yang dikenal tokoh pemuda yang tegas dan keras kala itu, berubah menjadi teman karib dan pejuang Islam bersama Rasulullah. Kelembutan sikap Rasulullah, membuat Umar masuk Islam tanpa ada paksaan dan siksaan, apalagi cercaan.

Suatu ketika, Rasulullah pernah memarahi salah satu sahabatnya, Usamah ibn Zayd. Sebab, sahabat itu membunuh orang kafir Quraiys yang telah meminta maaf. Usamah tidak terima karena diejek oleh salah satu suku Bani Murrah karena kepeminpinannya dalam ekspedisi itu, yang masih sangat muda. Usamah dikirim oleh Nabi Muhammad dalam ekspedisi ke suku-suku Badui di sebelah utara, terutama Bani Murrah.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com