Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,487 • USD → IDR Beli: 13,501
  • EUR → IDR Jual: 14,388 • EUR → IDR Beli: 14,407
  • HKD → IDR Jual: 1,736 • HKD → IDR Beli: 1,738
  • JPY → IDR Jual: 118 • JPY → IDR Beli: 118
  • AUD → IDR Jual: 9,982 • AUD → IDR Beli: 9,998
  • SGD → IDR Jual: 9,450 • SGD → IDR Beli: 9,466
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 516,000
  • Perak Jual → 10,400
  • Update Tanggal 02-12-2016

Obat Kanker itu Racun Hewan

Home / Kesehatan / Obat Kanker itu Racun Hewan
Obat Kanker itu Racun Hewan ILUSTRASI, Pencegahan Kanker (Foto: harns)

TIMESINDONESIA, CALIFORNIA – Kanker merupakan penyakit yang mengerikan. Sejauh ini pengobatan kanker melalui proses kemoterapi yang memiliki efek samping beragam dan sangat menyiksa pasien. 

Baru-baru ini, para ilmuwan telah menemukan dan mengembangkan penemuan senyawa Synthetic untuk mengobati beragam penyakit seperti leukaemia, kanker payudara, dan kanker usus tanpa efek toxicity alias bahan kimia.

Ilmu pengetahuan ini menjadi penting bagi kedokteran, bahwa hewan-hewan berbisa yang bisa menyelamatkan hidup Anda dari penyakit kanker, tetapi harus di bawah pengawasan media khusus.

Salah satunya senyawa yang berasal dari toksin (zat racun) yang dihasilkan oleh makhluk laut, yang kemudian mengilhami ilmuwan untuk membuat obat kanker guna melawan penyakit tanpa efek samping dari kemoterapi.

Toksin yang dihasilkan dari sponge (karang bunga) laut Diazona angulata diisolasi oleh para ilmuwan. Zat ini bersifat diazonamide fungsinya untuk mencegah pembelahan sel.

Dalam penelitian, dipimpin oleh UCLA Patrick Harran yang memimpin studi terbaru yang dipublikasikan dalam Science Translational Medicine, mengenai pembelajaran Diazonamide pada 1991.

Setelah satu dekade bekerja, Harran dan timnya berhasil menciptakan kembali senyawa di laboratorium. Pada 2007, mereka menemukan pencegahan pembelahan sel tanpa adanya efek samping kemoterapi.

Harran dan rekan telah menghasilkan versi sintetis dari toksin DZ-2384 yang lebih kuat dan berlangsung lebih lama dari Diazonamide alami. Kemudian mereka menggabungkan dengan gemcitabine obat kemoterapi.

Untuk menguji efektivitas, peneliti menguji pada tikus yang mewakili kanker dengan berbagai jenis penyakit kanker yang diuji melalui DZ-2384 terhadap terapi konvensional.

Temuan ini menunjukkan bahwa tumor pada tikus yang diobati dengan DZ-2384 menyusut atau diklaim lebih efektif ketimbang perawatan tradisional baik untuk penyakit leukemia, pankreas, usus besar dan kanker payudara.

"Saya berharap dapat memulai uji klinis pada manusia dalam waktu dua tahun. Kami memiliki alasan subjektif, dan berharap bahwa uji klinis kepada manusia, sebab DZ-2384 secara efektif dapat mengobati kanker seseorang meski akan ada sedikit risiko," pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com