Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,487 • USD → IDR Beli: 13,501
  • EUR → IDR Jual: 14,388 • EUR → IDR Beli: 14,407
  • HKD → IDR Jual: 1,736 • HKD → IDR Beli: 1,738
  • JPY → IDR Jual: 118 • JPY → IDR Beli: 118
  • AUD → IDR Jual: 9,982 • AUD → IDR Beli: 9,998
  • SGD → IDR Jual: 9,450 • SGD → IDR Beli: 9,466
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 516,000
  • Perak Jual → 10,400
  • Update Tanggal 02-12-2016
Taubat Nusantara

Meneladani Sosok Kiai Asad untuk Merawat Indonesia

Home / Peristiwa - Daerah / Meneladani Sosok Kiai Asad untuk Merawat Indonesia
Meneladani Sosok Kiai Asad untuk Merawat Indonesia Alm. KHR As'ad Syamsul Arifin, salah satu tokoh pahlawan nasional. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Apel Nusantara Bersatu, yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Bondowoso, Jawa timur, berlangsung meriah, khidmad dan bergelora menuju satu tekad menjaga keutuhan NKRI.

Acara yang berlangsung di Alun-Alun Ki Ronggo Bondowoso, Rabu (30/11/2016), diikuti kurang lebih 1750 peserta apel yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, siswa SMA, SMP dan Mahasiswa dari beberapa Universitas di Kabupaten Bondowoso dan Jember.

Kabupaten Bondowoso yang dikenal sebagai kota agamis, banyak berdiri pesantren, tidak lepas dari sosok ulama sebagai panutan dan teladan masyarakat.

Salah satu sosok ulama yang menjadi teladan adalah almarhum KHR. As’ad Syamsul Arifin, seorang ulama yang menjadi bagian dari berdirinya Nahdatul Ulama (NU) dan kini sudah ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional.

Sosok kiai As'ad,  menjadi tauladan bagi umat Islam, terutama bagi warga nahdliyin, karena perjuangannya 'pelopor' mengusir dan para penjajah hingga Indonesia merdeka.

Bondowoso yang terkenal memiliki kultur santri atau agamis, tidak lepas dari sosok KHR As’ad Syamsul Arifin, dalam hal yang berkaitan dengan NKRI dan Pancasila.

Dalam Apel Nusantara Bersatu itu, seluruh peserta menggelar upacara dengan khidmad. Apel itu bertujuan untuk menumbuhkan semanagat nasionalisme dan menjaga integritas bangsa.

Di penghujung acara Apel Nusantara Bersatu itu, semua yang hadir meneriakkan "NKRI Harga Mati, Merdeka". Hal tersebut untuk membuktikan bahwa semua elemen yang hadir bisa bersatu padu untuk Indonesia.

Dalam acara itu, seluruh peserta yang hadir menggunakan ikat kepala warna merah putih. Orasi kebangsaan dari banyak pihak juga digelar. Yang intinya, Indonesia harus diselamatkan dari segala jenis ancaman apapun. NKRI Harga Mati.(*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com