Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,487 • USD → IDR Beli: 13,501
  • EUR → IDR Jual: 14,388 • EUR → IDR Beli: 14,407
  • HKD → IDR Jual: 1,736 • HKD → IDR Beli: 1,738
  • JPY → IDR Jual: 118 • JPY → IDR Beli: 118
  • AUD → IDR Jual: 9,982 • AUD → IDR Beli: 9,998
  • SGD → IDR Jual: 9,450 • SGD → IDR Beli: 9,466
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 516,000
  • Perak Jual → 10,400
  • Update Tanggal 02-12-2016

Petani Mengeluhkan Harga Garam Rakyat Anjlok

Home / Ekonomi / Petani Mengeluhkan Harga Garam Rakyat Anjlok
Petani Mengeluhkan Harga Garam Rakyat Anjlok Aktivitas petani garam membersihkan kotoran sebelum garam hasil panen dijual. (Foto: busritoha/sumeneptimes)

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Sejumlah petani garam rakyat di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluh. Sebab, harga garam rakyat anjlok. 

Berdasarkan informasi dari petani garam di Sumenep, harga garam saat ini di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per ton. Harga tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada perubahan harga. 

Abdurrasyid, salah satu petani garam di daerah itu menuturkan, harga garam rakyat untuk KW1 masih cukup jauh dari harga yang diharapkan petani. Harga, lanjutnya, saat ini hanya dikisaran Rp 200 ribu, Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. 

"Harga demikian sangat merugikan petani. Seharusnya, perusahaan membeli garam rakyat sesuai dengan ketentuan pemerintah yakni Rp 750 ribu per ton. Sedangkan harga sekarang, tidak sampai separuhnya," terangnya. 

Ismail Hanafi, petani garam lainnya menuturkan, para petani garam banyak yang enggan menjual garam mereka. Mereka lebih memilih menyimpannya karena harga garam sangat merugikan petani. 

"Kira-kira 90 persen yang belum dijual itu, Mas. Penyebabnya karena harga garam anjlok, nanti kalau sudah mahal mau dikeluarkan," tegasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com