Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,647 • USD → IDR Beli: 13,631
  • EUR → IDR Jual: 15,158 • EUR → IDR Beli: 15,136
  • HKD → IDR Jual: 1,757 • HKD → IDR Beli: 1,755
  • JPY → IDR Jual: 123 • JPY → IDR Beli: 123
  • AUD → IDR Jual: 9,781 • AUD → IDR Beli: 9,764
  • SGD → IDR Jual: 9,871 • SGD → IDR Beli: 9,852
  • Emas Jual → 535,000 • Emas Beli → 535,000
  • Perak Jual → 8,470
  • Update Tanggal 30-05-2016
Misteri Gafatar di Indonesia

Mimpi Tak Sampai Eks Gafatar

Home / Peristiwa / Mimpi Tak Sampai Eks Gafatar
Eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Lamongan, Affan Suhariyadi (tengah) saat memberikan keterangan di depan wartawan. (Foto: Ardiyanto/lamongantimes) Eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Lamongan, Affan Suhariyadi (tengah) saat memberikan keterangan di depan wartawan. (Foto: Ardiyanto/lamongantimes)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Dedengkot eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Lamongan, Affan Suhariyadi menyatakan, kelompok yang mendirikan pemukiman di Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) adalah organisasi sosial.

“Saya bergabung karena ingin berbuat sesuatu pada lingkungan. Jadi Gafatar adalah wadah untuk menyalurkan keingingan saya berbuat sesuatu bagi lingkungan,” aku pria yang menjabat sebagai sekretaris Gafatar Lamongan ini.

baca juga: Cerita Eks Gafatar Selama di Kalimantan

Ia menuturkan, Gafatar yang disebutnya sebagai organisasi sosial, bisa mendapatkan dana dari iuaran anggota.

“Itupun secara sukarela, datanya sudah tidak ada, laptop, flasdish banyak yang hilang dan dijarah,” keluh pria asal Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu ini. 

Pria yang baru berangkat pada 14 Januari 2016 lalu bersama anak dan istrinya, memiliki harapan bisa menata hidupnya lebih baik saat hijrah ke Mempawah Kalbar.

“Disana mencari kehidupan juga, kita berusaha mencari kehidupan, kita disana mencari makan, uang juga,” akunya.

Sebelumnya, Affan mengaku bekerja serabutan selama di Lamongan sebelum keberangkatan ke Kalbar.

“Jualan pernah, kerja diperusahaan swasta juga pernah,” terangnya. Lantaran ‘dipulangkan secara paksa’ Affan pun mengaku kecewa berat. “Kalau dibilang kecewa, ya kecewa,” tambahnya.

Kini, tambah Affan, motivasinya untuk bergabung ke Gafatar sejak 2011 silam telah hangus bersamaan dengan pemkabaran pemukiman Gafatar di Mempawah, Kalbar.

“Saya gabung 2011, dulu saya Sekretaris waktu daftar sebagai sekretaris. Gafftar sudah bubar,” tandasnya. (*)

Comments

Berita Terkait

Peristiwa Terpopuler

Logo Ijen Festival yang dipakai dalam pelaksanaan tahun 2012 lalu (Foto : Facebook/Ijen Festival)

Viral di Medsos, Ijen Festival Ternyata...

18/05/2016 - 20:14

Dalam beberapa pekan terakhir, Ijen Festival Bondowoso kerap menjadi pembicaraan publik Bondowoso. Sayangnya bukan pembicaraan positif yang menjadi topik bahasan, utamanya di media sosial. Kali ini, Ijen Festival kembali menjadi sorotan.

Peristiwa Terbaru

Ir Djaja Laksana menunjukan cara kerja Bendungan Bernoulli.(foto: Rudy Mulya/SidoarjoTIMES)

Peneliti ITS Yakini Bendungan Bernoulli Bisa Hentikan Semburan Lumpur

28/05/2016 - 21:53

Semburan lumpur panas Lapindo di kawasan Kecamatan Porong, Sidoarjo, sudah berlangsung selama 10 tahun. Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan dan menanggulanginya sudah dilakukan oleh pihak Minarak Lapindo Jaya

Top