Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,487 • USD → IDR Beli: 13,501
  • EUR → IDR Jual: 14,388 • EUR → IDR Beli: 14,407
  • HKD → IDR Jual: 1,736 • HKD → IDR Beli: 1,738
  • JPY → IDR Jual: 118 • JPY → IDR Beli: 118
  • AUD → IDR Jual: 9,982 • AUD → IDR Beli: 9,998
  • SGD → IDR Jual: 9,450 • SGD → IDR Beli: 9,466
  • Emas Jual → 552,000 • Emas Beli → 516,000
  • Perak Jual → 10,400
  • Update Tanggal 02-12-2016
Misteri Gafatar di Indonesia

Mimpi Tak Sampai Eks Gafatar

Home / Peristiwa / Mimpi Tak Sampai Eks Gafatar
Mimpi Tak Sampai Eks Gafatar Eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Lamongan, Affan Suhariyadi (tengah) saat memberikan keterangan di depan wartawan. (Foto: Ardiyanto/lamongantimes)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Dedengkot eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Lamongan, Affan Suhariyadi menyatakan, kelompok yang mendirikan pemukiman di Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) adalah organisasi sosial.

“Saya bergabung karena ingin berbuat sesuatu pada lingkungan. Jadi Gafatar adalah wadah untuk menyalurkan keingingan saya berbuat sesuatu bagi lingkungan,” aku pria yang menjabat sebagai sekretaris Gafatar Lamongan ini.

baca juga: Cerita Eks Gafatar Selama di Kalimantan

Ia menuturkan, Gafatar yang disebutnya sebagai organisasi sosial, bisa mendapatkan dana dari iuaran anggota.

“Itupun secara sukarela, datanya sudah tidak ada, laptop, flasdish banyak yang hilang dan dijarah,” keluh pria asal Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu ini. 

Pria yang baru berangkat pada 14 Januari 2016 lalu bersama anak dan istrinya, memiliki harapan bisa menata hidupnya lebih baik saat hijrah ke Mempawah Kalbar.

“Disana mencari kehidupan juga, kita berusaha mencari kehidupan, kita disana mencari makan, uang juga,” akunya.

Sebelumnya, Affan mengaku bekerja serabutan selama di Lamongan sebelum keberangkatan ke Kalbar.

“Jualan pernah, kerja diperusahaan swasta juga pernah,” terangnya. Lantaran ‘dipulangkan secara paksa’ Affan pun mengaku kecewa berat. “Kalau dibilang kecewa, ya kecewa,” tambahnya.

Kini, tambah Affan, motivasinya untuk bergabung ke Gafatar sejak 2011 silam telah hangus bersamaan dengan pemkabaran pemukiman Gafatar di Mempawah, Kalbar.

“Saya gabung 2011, dulu saya Sekretaris waktu daftar sebagai sekretaris. Gafftar sudah bubar,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com